2,5 Ton Beras Disalurkan untuk 15 Pesantren Gratis di Berbagai Daerah

JAKARTA — Yayasan Amal Indonesia (YAI) terus berkomitmen mendukung keberlangsungan pendidikan para santri dhuafa melalui program sedekah beras dan sembako. Secara rutin, YAI menyalurkan sekitar 2,5 ton beras beserta kebutuhan pokok lainnya kepada 15 pesantren tahfizh Al-Qur’an di berbagai daerah.

Program ini difokuskan pada pesantren gratis yang menampung santri dari kalangan dhuafa hingga penyandang disabilitas, termasuk pesantren khusus bagi santri tuna rungu.

Manager Program Yayasan Amal Indonesia, Iqbal Ibnu Mahfudz, menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari komitmen lembaga dalam menjaga ketahanan pangan pesantren.

“Selain beras, kami juga mendistribusikan sembako. Alhamdulillah, setelah kami fokus pada program ini, pesantren-pesantren binaan tidak lagi mengalami kekurangan beras dan kebutuhan pokok,” ujarnya.

Salah satu penerima manfaat program ini adalah pesantren khusus santri tuna rungu di bawah naungan Yayasan Abata Indonesia.

Iqbal menambahkan, seluruh pesantren penerima manfaat merupakan pesantren nonkomersial yang tidak memungut biaya dari para santri. Sebagian besar berada di bawah naungan Yayasan Penghafal Al-Qur’an Semudah Tersenyum dan Yayasan Wakaf Kauny Internasional, yang diinisiasi oleh Bobby Herwibowo.

Selain fokus pada distribusi bantuan pangan, YAI juga terus memperkuat perannya dalam pengelolaan dana umat. Saat ini, YAI telah memperoleh status sebagai Mitra Pengelola Zakat (MPZ) dan akan segera memperluas penghimpunan serta penyaluran zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

“InsyaAllah dalam waktu dekat kami dapat menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara lebih luas,” tambah Iqbal.

Komitmen Berkelanjutan untuk Pesantren dan Dhuafa

Sejak berdiri pada tahun 2013, Yayasan Amal Indonesia telah menjalankan berbagai program sosial, di antaranya pembangunan Pesantren Mimbar Huffazh serta penyebaran mushaf Al-Qur’an ke berbagai pelosok negeri.

Ketua Yayasan Amal Indonesia, Azwar Riza, menyampaikan bahwa lembaga ini hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dhuafa dan penyandang disabilitas dapat terpenuhi, sekaligus membuka akses pendidikan dan kesehatan yang lebih luas.

“Amal Indonesia berkomitmen menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk mewujudkan kemandirian, pendidikan, dan kesehatan bagi para dhuafa dan penyandang disabilitas,” jelasnya.

Dalam upaya memperluas manfaat, Amal Indonesia juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama menghadirkan kebaikan yang lebih luas.

Ke depan, YAI akan terus memperluas jangkauan program ke berbagai wilayah di Indonesia, dengan penguatan awal di wilayah Jakarta Selatan, Depok, Tangerang Selatan, dan Temanggung.

“Visi kami adalah menjadi pusat jaringan distribusi amal kebaikan masyarakat Indonesia yang terpercaya, guna mewujudkan kemandirian, kesehatan, dan pendidikan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tutupnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top